HeadlineHukum & KriminalKab ManokwariPolda Papua BaratPolriProvinsi Papua BaratReligi

Tanggapi Isu Demo Jelang Pesparawi, Kapolda Tegaskan Polisi Tak Toleransi Aksi Anarkis

Setiap tindakan yang mengarah pada kekerasan, perusakan, maupun gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum tidak akan ditoleransi.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Polda Papua Barat mengimbau kelompok pemuda maupun mahasiswa untuk menahan diri dan tidak memanfaatkan momentum pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari dengan menyisipkan isu-isu politik melalui aksi unjuk rasa.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. kepada awak media, Kamis (18/6)2026) menyusul adanya isu rencana aksi demonstrasi yang akan digelar besok oleh sekelompok masyarakat bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang pembukaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.

Berdasarkan hasil pemantauan intelijen, kata Kapolda, terdapat sejumlah isu lama yang rencananya akan diangkat dalam aksi tersebut, di antaranya penolakan Program Strategis Nasional (PSN), isu militerisasi, hingga persoalan yang terjadi di Kabupaten Puncak.

“Isu-isu seperti ini memang kerap dimunculkan kembali. Bahkan beredar flyer yang seolah-olah mempertanyakan manfaat pelaksanaan Pesparawi bagi masyarakat Papua,” kata Alfred Papare. 

Kapolda menegaskan bahwa kepolisian menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, ia mengingatkan para koordinator lapangan agar mempertimbangkan waktu dan situasi, serta menghormati hak masyarakat luas yang tengah menyambut pelaksanaan Pesparawi sebagai agenda keagamaan berskala nasional.

Menurutnya, Manokwari memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting sebagai Tanah Injil, sehingga seluruh pihak diharapkan menjaga kesakralan kegiatan tersebut.

“Manokwari ini adalah Tanah Injil. Pesparawi merupakan acara puji-pujian bagi Tuhan. Saya minta kepada adik-adik mahasiswa, masyarakat ataupun Ormas agar memahami hal ini dengan baik dan tidak mencampurkan agenda keagamaan dengan kepentingan aksi yang dapat mengganggu jalannya kegiatan,” tegasnya.

Alfred juga menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tetap dilindungi negara. Namun menurut dia, momennya tidak tepat, jika dipaksakan dan dalam pelaksanaannya terjadi tindakan anarkis atau melanggar hukum, maka kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, aparat kepolisian siap memfasilitasi jalannya aksi damai, mulai dari pengawalan hingga pengamanan penyampaian aspirasi. Namun, setiap tindakan yang mengarah pada kekerasan, perusakan, maupun gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum tidak akan ditoleransi.

“Kami akan mengawal dan memberikan pengamanan kepada peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi apabila terjadi tindakan anarkis, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kapolda berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV, mengingat ribuan peserta dan tamu dari berbagai provinsi telah tiba di Manokwari.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi serta menjaga nama baik Papua Barat sebagai tuan rumah ajang keagamaan nasional tersebut. (jp/alb). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta