Orgenes Wonggor Harap Tak Ada Aksi Demo Selama Pelaksanaan Pesparawi XIV Di Manokwari
Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara dan kami menghormati itu. Tetapi alangkah baiknya dilakukan setelah seluruh rangkaian Pesparawi selesai.
MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, menanggapi adanya isu rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh sekelompok masyarakat di menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Orgenes meminta kelompok masyarakat maupun mahasiswa yang berencana menyampaikan aspirasi agar menunda aksi tersebut hingga seluruh rangkaian Pesparawi selesai dilaksanakan.
Menurutnya, pelaksanaan aksi unjuk rasa menjelang maupun saat berlangsungnya agenda keagamaan berskala nasional itu dinilai kurang tepat dan berpotensi mengganggu jalannya kegiatan serta citra Papua Barat sebagai tuan rumah.
“Kenapa harus menunggu sampai hari pelaksanaan Pesparawi baru ingin melakukan aksi? Kita ini sesama umat Nasrani, mari menghormati kesucian acara puji-pujian ini dan jangan sampai ada kesan sengaja mengganggu suasana,” ujar Orgenes.
Politisi asal Papua Barat itu menegaskan, DPR Papua Barat tidak pernah bermaksud membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Sebab, kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh undang-undang.
Namun demikian, ia berharap para koordinator lapangan dapat mempertimbangkan waktu pelaksanaan aksi secara bijaksana demi menjaga kondusifitas daerah selama berlangsungnya Pesparawi Nasional.
“Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara dan kami menghormati itu. Tetapi alangkah baiknya dilakukan setelah seluruh rangkaian Pesparawi selesai. Mari kita utamakan dulu nama baik Papua Barat di mata nasional,” katanya.
Orgenes juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para kepala suku, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan (Ormas), untuk berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pesparawi.
Ia berharap apabila rencana aksi tersebut berasal dari kelompok masyarakat adat maupun organisasi tertentu, para kepala suku dan tokoh masyarakat dapat membangun komunikasi sehingga situasi tetap kondusif.
“Peran kepala suku dan para tokoh sangat penting. Kalau memang ada rencana aksi dari kelompok masyarakat atau ormas, mari kita komunikasikan dengan baik agar tidak dilakukan saat Pesparawi berlangsung,” ujarnya.
Menurut Orgenes, Pesparawi Nasional XIV merupakan agenda nasional yang membawa dampak positif bagi Papua Barat, baik dari sisi ekonomi, promosi daerah, maupun citra daerah di tingkat nasional.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana yang damai agar seluruh tamu dari berbagai provinsi dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman.
“Momentum ini adalah kesempatan bagi Papua Barat untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita jaga bersama keamanan dan nama baik daerah selama Pesparawi berlangsung,” tutupnya.(jp/alb).




















