Kab Teluk WondamaProvinsi Papua Barat

Dukung Swasembada Pangan, Pemda Teluk Wondama Targetkan 450 Hektar Lahan CSR

TELUKWONDAMA, JAGATPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama terus mendorong percepatan program nasional swasembada pangan melalui pengembangan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 450 hektar tahun 2026 yang tersebar di Distrik Nikiwar dan Teluk Duari.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi komoditas pangan utama seperti padi, jagung, dan tanaman pangan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama, Korneles Paduai, mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei awal, potensi lahan yang layak bahkan melebihi target yang ditetapkan.

“Target kami 450 hektar, namun hasil survei sementara menunjukkan potensi lahan mencapai lebih dari 500 hektar yang memenuhi syarat. Ini tentu sangat menggembirakan, meskipun yang sudah pasti baru 450 hektar karena telah melalui proses SID,” ujarnya saat ditemui di lokasi survei, Distrik Nikiwar, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, penetapan lahan CSR harus melalui tahapan Survey Investigation and Design (SID) sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi. Dalam hal ini, Universitas Papua (UNIPA) Manokwari ditunjuk sebagai mitra pelaksana kajian teknis.

Dari hasil kajian tim SID UNIPA, lahan di wilayah tersebut dinilai layak untuk pengembangan sawah. Akademisi Ilmu Tanah UNIPA, Amin Mbusango, mengungkapkan bahwa kondisi tanah tergolong subur dengan klasifikasi S1 hingga S2.

“Secara kualitas tanah sangat baik, baik dari struktur, tekstur, maupun kedalaman. Kami juga tidak menemukan kandungan unsur besi (Fe) yang dapat menjadi faktor pembatas hingga kedalaman 120 cm. Secara umum, lahan ini layak untuk dikembangkan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase agar pengelolaan lahan dapat berjalan optimal. Selain aspek tanah, kata dia, survei vegetasi juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih masuk kategori hutan rakyat, bukan hutan lindung, sehingga aman untuk pengembangan pertanian.

Dinas Pertanian Kabupaten Teluk Wondama saat melakukan survey Lahan CSR, di Distrik Nikiwar, Kamis (23/4/2026).

Akademisi Agronomi UNIPA, Trisday Parari, menyebutkan bahwa kondisi vegetasi bervariasi, mulai dari semak hingga hutan dengan pepohonan besar, namun masih memungkinkan untuk dikembangkan dalam skala CSR.

“Vegetasi di lokasi ini masih tergolong hutan rakyat. Meski ada beberapa pohon besar, jumlahnya tidak dominan, sehingga tetap layak untuk pembukaan lahan,” katanya.

Dari sisi ketersediaan air, Ketua Tim SID UNIPA, Arif Faisol, memastikan bahwa sumber air di wilayah tersebut sangat mencukupi untuk kebutuhan irigasi.

“Kebutuhan air berkisar 1,25 liter per detik per hektare. Sementara debit air di lokasi mencapai lebih dari 1.000 liter per detik, sehingga sangat memadai untuk mendukung irigasi sawah,” jelasnya.

Sementara itu, tim pemetaan juga menilai kondisi topografi dan sumber daya lahan cukup mendukung pengembangan pertanian. Ahli pemetaan UNIPA, Samsul Bachri, menyebutkan bahwa sejumlah lokasi seperti Kampung Tamoge, SP 1 dan SP 2 Werianggi, Werabaur, dan Kurei memiliki potensi yang baik.

“Dari hasil pemetaan awal, kondisi lereng, tanah, dan sumber air cukup ideal. Kesimpulan sementara, wilayah ini memiliki peluang besar untuk pengembangan sawah,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil akhir masih menunggu pengolahan data dari berbagai bidang, termasuk hidrologi, tanah, pemetaan, serta sosial ekonomi.

Tim SID UNIPA juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan survei, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, aparat kampung, hingga masyarakat setempat.

Ia menambahkan, Setelah seluruh proses kajian selesai, laporan lengkap akan disusun sebagai dasar pengambilan keputusan dalam tahap pembangunan lahan CSR ke depan.(jp/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta