18 Tahun Konsisten, Fredrik Rumbiak Buka Layanan Print Gratis untuk Mahasiswa Akhir di Manokwari

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com — Fredrik Rumbiak, seorang putra Orang Asli Papua (OAP), menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan dengan membuka layanan cetak (print) gratis bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir.
Program ini telah dijalankan sejak tahun 2008 dan terus berlangsung hingga kini, atau selama kurang lebih 18 tahun, dengan menggunakan biaya pribadi.
Layanan tersebut ditujukan khusus bagi mahasiswa jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1), hingga Magister (S2), terutama di lingkungan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, dan sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi lain.
Fredrik mengatakan, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi sebagian mahasiswa Papua yang kerap mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk biaya operasional seperti mencetak tugas akhir, proposal, hingga skripsi.
“Sudah banyak mahasiswa yang kami bantu, dan mereka berhasil menyelesaikan studi hingga wisuda,” ujarnya.
Menurutnya, dalam perjalanan pelaksanaan otonomi khusus di Papua, sektor pendidikan masih membutuhkan perhatian lebih serius dari para pemangku kebijakan. Ia menilai, belum semua mahasiswa, khususnya OAP, merasakan kemudahan akses pendidikan secara merata.
Melalui layanan print gratis ini, Fredrik berharap dapat mendorong kesetaraan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua.
Ia menegaskan, program tersebut juga menjadi bentuk keberpihakan kepada mahasiswa OAP agar memperoleh dukungan nyata dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Selain itu, layanan ini bertujuan untuk meringankan beban finansial mahasiswa dan orang tua, terutama di tengah tingginya biaya pendidikan.
Kedepan Fredrik Rumbiak rencana akan membuka tempat Khusus Layanan Print Gratis dan Pendampingan untuk Mahasiswa OAP studi akhir.
“Kami sudah menyiapkan Lokasinya yang tidak jauh dari Universitas Papua. Semoga dapat menjadi Rumah penyelesaian studi akhir,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan fasilitas seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus menjalani proses kuliah di akhir studi tanpa terbebani persoalan biaya operasional, sehingga mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus mendampingi perjuangan mahasiswa Papua dalam meraih pendidikan yang lebih baik,” tutupnya.(jp/fir).













