MANOKWARI, JAGATPAPUA.com- Kelahiran, Kematian hingga kebangkitan Yesus Kristus (Paskah), bukanlah sebuah kebetulan. Tetapi dibalik semuanya itu, ada maksud dan rencana Allah, untuk menebus Dosa dan pelanggaran umat manusia, secara khusus pengampunan atas dosa bagi umat Kristiani.
Dalam kitab Kisah Para Rasul 4:33, dituliskan, dan dengan kuasa yang besar Rasul-Rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan meraka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
āInti dari pelayanan adalah kebangkitan Yesus Kristus, kebangkitan Yesus itu, ya dan Amin. Sehingga pelayanan yang kita (manusia) lakukan untuk kebaikan tidaklah sia-sia,ākata Pdt Yustus Mandibondibo S.Th, dalam khotbahnya pada Perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, Minggu (21/4/2019) di Gedung Gereja Jemaat Getsemani GKPMI Manokwari.
Kepada jemaat Tuhan, hidup dalam Kasih dan Sukacita, Damai Sejahtera, adalah landasan dari pada kebangkitan Kristus itu sendiri. Paskah harus dimaknai secara baik oleh seluruh umat Kristen di Tanah Papua, secara khusus jemaat Getsemani.
āPelayanan yang dimaksud, bukan hanya di dalam gereja, tetapi kita harus menjadi seperti para Rasul, yang memberikan kesaksian atas kebangkitan Yesus, secara luar biasa di seluruh penjuru bumi,ā ungkap Yustus.
Seperti firman Tuhan dalam kitab Matius 28:7-8 mengatakan, Dan segeralah pergi dan katakanalah kepada murid-murid-Nya, bahwa ia telah bangkit dari antara orang mati, ia mendahului kamu ke Galilea, disana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadaMu.
āItulah kata malaikat kepada Maria Magdalena, ketika datang ke kubur Yesus. Dan ketika Maria Magdalena dan yang lainnya mengikuti apa yang dikatakan malaikat, maka benar mereka menjumpai Yesus, yang telah bangkit,āucap Yustus.
Firman terkait lainnya, dapat dilihat dalam kitab 1 Korintus 15 ayat 12, yang berbunyi, jadi bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada diantara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?. Ayat 13 juga berbunyi, kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka kristus juga tidak dibangkitkan.
āPada ayat 14 dengan jelas mengatakan , tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan , maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamuā
Yustus menjelaskan firman dalam kitab Efesus pasal 1 ayat 16, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu BapaĀ yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmatĀ dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
āAyat 19 dan betapa hebat kuasa Allah, bagi kita yang percaya sesuai kekuatan Kuasa-Nya. Ayat 20 yang dikerjakannya didalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukan dia disebelah kananNya di Sorgaā.
āMelalui Paskah, Tuhan memulihkan manusia dari segala dosa, pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu Salib, kiranya dapat menjadi sebuah makna postif dalam merenungkan peristiwa kematian-Nya,ā ungkap Yustus.
āManusia harus hidup jauh lebih baik demi sebuah perubahan hidup yang sesuai dengan keinginan Tuhan.
Hidup yang sesuai dengan keinginan Tuhan, tentu jemaat akan mendapatkan berkat yang melimpah dari Tuhan. Dan berkat itu banyak jenisnya, bukan saja berkat keuangan, atau kesehatan, tetapi pekerjaan dan Ā sebagainya,ā tukas Yustus.(Fenty Rumbiak)










