Polisi Beberkan Kronologi Pelajar Yang Tewas di Pantai Petrus Kafiar Manokwari

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari mengungkap kronologi kasus yang menewaskan seorang pelajar SMA di kawasan Pantai Amban, tepatnya di sekitar Pantai Petrus Kafiar, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIT saat korban bersama seorang teman perempuannya sedang menunggu waktu berbuka puasa di lokasi tersebut.
“Korban bersama teman perempuannya sudah berada di lokasi sejak sekitar pukul 16.00 sampai 17.00 WIT. Mereka duduk-duduk sambil menunggu waktu berbuka puasa di pantai itu,” ujar AKP Agung Gumara Samosir saat diwawancarai, Kamis, (05/03/2026).
Menurutnya, setelah berbuka puasa, kedua korban berencana kembali untuk melaksanakan salat tarawih. Namun saat hendak beranjak dari lokasi, pelaku tiba-tiba datang dan langsung melakukan penyerangan.
“Sekitar pukul 18.30 sampai 19.00 WIT, saat kondisi sudah mulai gelap, pelaku datang lalu menendang kursi di tempat mereka duduk. Korban laki-laki berdiri dan sempat bertanya kepada pelaku ‘Kakak, saya salah apa?’,” jelasnya.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung memukul korban menggunakan balok kayu pada bagian kanan wajah korban.
“Akibat pukulan itu, korban mengalami luka robek di bagian wajah dan beberapa giginya terlepas,” ungkap Agung.
Tidak hanya menyerang korban laki-laki, pelaku juga melakukan kekerasan terhadap korban perempuan yang saat itu berteriak meminta pertolongan.
“Korban perempuan juga dipukul di bagian mata, kemudian ditendang pada bagian perut dan dada,” katanya.
Dari keterangan awal korban perempuan, pelaku juga diduga sempat melakukan tindakan pelecehan. Namun hal tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian karena korban masih dalam kondisi syok.
“Korban sempat menyampaikan ada dugaan pelecehan, tetapi ini masih kami dalami lebih lanjut karena kondisi korban masih syok sehingga kronologi secara detail masih akan berkembang,” jelasnya.
Setelah melakukan penganiayaan, pelaku kemudian mengambil handphone dan dompet milik kedua korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban perempuan yang sempat terjatuh karena dipukul akhirnya perlahan bangkit dan mencari bantuan warga setelah melihat korban laki-laki masih dalam kondisi pingsan.
“Korban perempuan kemudian mencari pertolongan warga sekitar dan dibawa ke Polsek Amban untuk melaporkan kejadian tersebut,” kata Agung.
Laporan kejadian tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 21.30 WIT, setelah itu personel Polsek Amban bersama tim dari Polresta Manokwari langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIT, anggota langsung turun ke TKP untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan,” pungkasnya.
Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polresta Manokwari. Polisi juga masih mendalami motif pelaku serta kemungkinan adanya pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung. (jp/jn)










