AdatKab Pegunungan ArfakProvinsi Papua BaratSosial Budaya

Turis Polandia Kagum Melihat Budaya Suku Arfak, Michel Dorong Promosi Wisata Diperkuat

ANGGI,JAGATPAPUA.com–Para wisatawan asal Polandia menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan setelah diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Suku Arfak, khususnya di Kampung Udohotma, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, selama dua hari mengikuti wisata budaya.

Tour Agent asal Polandia, Michel, mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat serta kekayaan budaya Arfak yang dinilainya sangat unik dan luar biasa.

“Saya sangat berterima kasih dan senang karena tim kami diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Arfak. Mereka menikmati atraksi budaya yang sangat luar biasa. Saya berharap di masa mendatang kami bisa kembali lagi untuk menyaksikan hal-hal luar biasa seperti ini,” ujar Michel.

Michel juga menegaskan bahwa budaya Arfak memiliki keunikan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

“Budaya di sini tidak akan ditemukan di tempat lain. Hanya ada di Arfak, hanya ada di tempat ini, dan itu sangat luar biasa bagi kami,” tambahnya.

Selain mengapresiasi kekayaan budaya, Michel berharap pemerintah dapat memperhatikan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju Pegunungan Arfak. Menurutnya, keterbatasan infrastruktur tidak hanya dirasakan oleh wisatawan, tetapi juga sangat berdampak pada kehidupan masyarakat setempat.

Para turis Polandia berwisata ke Puncak Kobrey Kabupaten Pegunungan Arfak.

“Masyarakat di sini juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan transportasi yang baik, akses ke sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan akan lebih terbuka,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keaslian budaya agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. Hal lain yang menarik perhatian wisatawan Polandia adalah kehidupan sosial masyarakat Arfak yang penuh kebersamaan, mulai dari berbagi makanan hingga tinggal bersama dalam satu rumah.

Tak kalah penting, Michel menitipkan pesan agar masyarakat tetap menjaga kelestarian alam Pegunungan Arfak yang masih sangat alami dan kaya akan tumbuhan endemik.

“Kami melihat banyak bunga dan tumbuhan endemik yang memiliki daya tarik luar biasa. Jangan sampai itu hilang, karena alam dan keaslian inilah yang menjadi magnet wisata,” pesannya.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, Michel menilai promosi pariwisata harus lebih digencarkan. Ia mengakui bahwa Indonesia sebagai negara besar memiliki tantangan tersendiri dalam menyebarluaskan informasi pariwisata.

Turis Polandia berkunjung ke Pabrik Kopi Arabika milik Barto Inden.

“Ketika ada wisatawan datang, itu harus dimanfaatkan sebagai media promosi. Setelah kembali ke negara mereka, para turis akan menyebarkan cerita tentang kekayaan budaya Arfak ke negara lain,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peran pemuda Arfak, seperti Barto Inden, yang dinilainya sebagai contoh pemuda berpendidikan dan sukses mengembangkan usaha kopi Arabika.

“Kedatangan wisatawan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Bertanya, berbagi pengetahuan, dan saling belajar. Ini penting karena keterbatasan pendidikan masih menjadi tantangan di sini,” ujarnya.

Untuk mempermudah komunikasi dengan wisatawan asing, Michel berharap masyarakat Arfak mulai meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

“Bahasa sering menjadi hambatan. Padahal, bahasa adalah kunci komunikasi. Saya berharap masyarakat Arfak, terutama generasi muda, giat belajar bahasa Inggris karena itu sangat penting,” pungkasnya.

Menikmati Wisata Alam Puncak Kobrey Kabupaten Pegunungan Arfak.

Selain Barto Inden, Michel juga menyebut bahwa pemandu wisata lokal, Hans Mandacan, merupakan aset penting Suku Arfak yang harus dijaga, dihormati, dan dihargai keberadaannya. Menurutnya, peran pemandu lokal sangat strategis dalam mendukung pemerintah daerah dan masyarakat dalam memajukan sektor pariwisata di Pegunungan Arfak.

Michel menilai, Hans Mandacan tidak hanya berperan sebagai pemandu wisata, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara wisatawan mancanegara dengan masyarakat lokal, sehingga wisata budaya yang ditampilkan dapat dipahami secara utuh dan bermakna oleh para turis.

“Hans adalah aset penting bagi Suku Arfak. Ia harus dihormati dan dihargai karena memiliki kemampuan yang luar biasa dalam membantu pemerintah dan masyarakat mengembangkan pariwisata di daerah ini,” ujar Michel.

Selain mahir berbahasa Inggris, Hans Mandacan juga dinilai mampu mempromosikan pariwisata Papua Barat ke tingkat internasional, baik melalui komunikasi langsung dengan wisatawan maupun melalui jejaring global yang dimilikinya.

Kemampuan tersebut, lanjut Michel, menjadi modal besar dalam memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Pegunungan Arfak kepada dunia, sekaligus memperkuat citra Papua Barat sebagai destinasi wisata budaya yang unik, aman, dan layak dikunjungi.(jp/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta