Kab Pegunungan ArfakPemprov PBProvinsi Papua BaratTak Berkategori

Tarian Adat Arfak Sambut 14 Turis Polandia, Bupati Pastikan Keamanan Wisata

Penulis : Redaksi jagatpapua.com

ANGGI,JAGATPAPUA.com– Sebanyak 14 wisatawan mancanegara asal Polandia disambut hangat dengan tarian adat Tumbuk Tanah oleh masyarakat setempat saat tiba di Kampung Persiapan Udohotma, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, pada Kamis (22/1/2026).

Penyambutan adat tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya. Turut hadir dalam penyambutan, Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba, S.Pd.K., M.Si, yang secara langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada para wisatawan atas kepercayaan memilih Pegunungan Arfak sebagai destinasi wisata budaya.

Selain disuguhi tarian Tumbuk Tanah, para turis juga dipakaikan mahkota kasuari serta dikalungkan noken asli Suku Arfak oleh Bupati Pegaf sebagai simbol penerimaan dan penghormatan kepada tamu.

14 Turis Polandia ikut prosesi tarian Tumbuk Tanah bersama Bupati dan Masyarakat Pegaf.

Tidak hanya menyaksikan, para wisatawan turut larut dalam tarian adat bersama masyarakat hingga menuju Rumah Adat Kaki Seribu, yang menjadi pusat transaksi dan aktivitas Paket Wisata Budaya Kampung Udohotma.

“Mewakili pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak, saya menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu sekalian yang telah memilih Pegunungan Arfak, khususnya wisata budaya. Jujur, saya sangat senang dan bangga,” ujar Bupati Dominggus Saiba.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan para wisatawan selama beraktivitas di wilayah Pegunungan Arfak.

Para turis Negara Polandia saat menyaksikan atraksi Paket Wisata Budaya Arfak.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif demi mendukung sektor pariwisata daerah,”imbau Bupati.

Sementara itu, Pemuda Kampung Udohotma, Barto Inden, menjelaskan bahwa paket wisata budaya tersebut berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, wisatawan disuguhi berbagai atraksi budaya, mulai dari prosesi penjemputan dengan tarian Tumbuk Tanah, pengenalan Rumah Kaki Seribu, hingga praktik pembuatan peralatan tradisional.

“Kegiatan hari pertama meliputi pembuatan korek api tradisional, busur panah dan jubi, pembuatan noken dari kulit kayu asli, serta praktik pembuatan kebun secara tradisional,” jelas Barto.

Atraksi Tarian Tumbuk Tanah bersama Masyarakat Udohotma.

Kegiatan wisata akan dilanjutkan pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan atraksi pernikahan adat Suku Arfak, barapen tradisional menggunakan kulit kayu dan tour kopi, serta wisata alam menuju Puncak Kobrey.

Ia menambahkan, Wisata budaya ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kampung Udohotma dalam memperkenalkan kearifan lokal Suku Arfak kepada dunia internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata budaya.(jp/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta