Pemprov Papua Barat Rehabilitasi Mangrove Di Empat Daerah, Manokwari Fokus Di Pesisir Arfai

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Provinsi Papua Barat, melalui Dinas Kehutanan Papua Barat akan melakukan rehabilitasi hutan Mangrove di Empat daerah.
Kepala Bidang Pembinaan Hutan dan Perhutanan Sosial (PHPS) Yunus W. Krey, S.Hut., M.Si menerangkan rehabilitasi tersebut merupakan upaya mengembalikan fungsi hutan mangrove yang mengalami degradasi, kepada kondisi yang dianggap baik dan mampu mengemban fungsi ekologis dan ekonomis
Tentu dengan tujuan untuk memulihkan fungsi lindung, pelestarian, dan produksi juga
Mengurangi risiko bencana alam, menjaga wilayah pesisir, mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar serta Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Empat daerah yang menjadi fokus Dinas Kehutanan Papua Barat tahun 2025 yaitu dikawasan mangrove Kabupaten Fakfak, Manokwari, Teluk Bintuni dan Wondama.
“Sebelumnya kami rencana rehabilitasi hutan mangrove ini di tujuh Kabupaten di Papua Barat. Tapi adanya efisiensi anggaran sehingga kami fokuskan di beberapa daerah saja. Prinsipnya kami menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada, ” kata Kreta
Menurut Krey Mangrove menjadi perhatian pemerintah karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat Papua Barat.
Untuk Manokwari hutan mangrove yang akan direhabilitasi yaitu disekitar pesisir Arfai (Pantai Dosa) Distrik Manokwari Selatan.
Menurut ia ada permintaan masyarakat juga untuk penanaman kembali di Pesisir Pasar Wosi namun karena tingginya aktivitas sampah di kawasan tersebut sehingga akan sulit tumbuh.
“Posisinya di muara kali juga ombak yang cukup kuat sehingga menjadi pertimbangan. Mangrove ini perilakunya agak sensitif jadi disesuaikan dengan habitat dan jenisnya, juga struktur tanah di setiap kawasan mangrove itu berbeda-beda ya ada yang bisa didaerah garamnya tinggi juga payau, jadi perilaku tumbuhnya harus disesuaikan, “beber krey.(jp/cr01).