Kab ManokwariPemerintahan

Pemda Manokwari Gelar Gerakan Bersih Kota di Pasar Sanggeng, Tindak Lanjut Instruksi Presiden

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari menggelar gerakan bersih kota yang dipusatkan di Pasar Sentral Sanggeng, Manokwari, Jumat (20/2/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling, didampingi Bupati Manokwari, Hermus Indou, S.IP., M.H, serta melibatkan jajaran TNI dari Dandim 1801/Kasuari bersama aparat sipil negara (ASN).

Wakil Bupati Mugiyono menyampaikan bahwa gerakan bersih kota merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang disampaikan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.

“Gerakan bersih ini merupakan instruksi Presiden yang disampaikan kepada setiap kepala daerah untuk dilaksanakan di wilayah masing-masing,” ujar Mugiyono.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertepatan dengan momen satu tahun kepemimpinan dirinya bersama Bupati Manokwari yang dilantik pada 20 Februari oleh Presiden Republik Indonesia.

“Pada hari ini juga merupakan perayaan kami menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari, yang mana kami dilantik pada tanggal 20 Februari oleh Presiden,” ucapnya.

Menurut Mugiyono, gerakan bersih kota akan dilaksanakan secara berkelanjutan di sejumlah titik berbeda di Kabupaten Manokwari, dengan Pasar Sentral Sanggeng sebagai lokasi awal pelaksanaan.

Ia mengakui, berdasarkan surat imbauan Sekretaris Daerah sebelumnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, karena bertepatan dengan jam kerja serta memasuki bulan puasa, tidak semua masyarakat dapat berpartisipasi.

“Kita harapkan sebenarnya semua masyarakat terlibat, tetapi mungkin karena jam kantor dan juga suasana bulan puasa, belum semua bisa berpartisipasi. Namun tadi saya perhatikan cukup banyak yang hadir, didominasi jajaran Kodim dan ASN,” katanya.

Mugiyono menegaskan, tujuan utama gerakan bersih kota adalah membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan.

Ia menyoroti hasil survei pemerintah pusat yang menunjukkan bahwa persoalan sampah di sungai dan laut terjadi akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

“Kalau ada sampah di sungai atau di laut, itu bukan terjadi begitu saja. Itu karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terutama di pinggiran sungai. Saat hujan turun, sampah terbawa arus hingga ke laut,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kondisi sejumlah kota wisata di Indonesia yang sempat disorot akibat penumpukan sampah pada akhir tahun lalu.

“Walaupun Manokwari tidak dipotret seperti kota-kota lain, kita harus mulai dari sekarang. Kita harus bergerak cepat dan bersama-sama menjaga kebersihan kota,” tegas Mugiyono.

Pemda Manokwari berharap, melalui gerakan bersih kota yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, tercipta lingkungan yang rapi, indah, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta