Hukum & KriminalKab Manokwari

Kunjungan Irjen HAM RI ke LPP Manokwari, Pastikan Pemenuhan Hak Warga Binaan

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Manokwari menerima kunjungan kehormatan dari Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Dr. Farid Junaedi, Bc.IP., S.Sos., MH, dalam rangka memperkuat implementasi nilai-nilai HAM di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam kunjungan tersebut, Farid Junaedi didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Papua Barat, Fatrixs C. Manufandu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua Barat, Hensah, serta Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Papua Barat, Burhani Hadad.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela, bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai LPP Manokwari dengan penuh kehangatan dan antusias.

Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian HAM di tingkat pusat dan daerah, sekaligus memastikan bahwa prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia benar-benar diterapkan dalam pelayanan dan pembinaan warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, Irjen HAM ingin melihat secara langsung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, termasuk pelayanan, program pembinaan, serta pemenuhan hak-hak dasar warga binaan di dalam lapas.

Dalam arahannya, Farid Junaedi menegaskan bahwa pemasyarakatan merupakan sistem yang bertujuan untuk membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa saat ini paradigma pemasyarakatan telah bergeser dari pendekatan pemenjaraan semata menuju sistem yang lebih menekankan pada pemulihan, pembinaan, dan reintegrasi sosial, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Farid juga mengingatkan bahwa meskipun tahanan maupun narapidana merupakan individu yang menjalani sanksi pidana karena pelanggaran hukum, mereka tetap memiliki hak asasi yang melekat dan wajib diperlakukan secara manusiawi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penerapan nilai-nilai HAM tidak boleh berhenti pada slogan, namun harus benar-benar dirasakan oleh seluruh warga binaan.

Ia juga menyampaikan pesan inspiratif bahwa penjara bukanlah akhir dari segalanya, karena banyak pemimpin besar yang justru lahir dari balik penjara.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jajaran pemasyarakatan untuk terus memberikan pembinaan dengan semangat kemanusiaan, keadilan, serta menumbuhkan harapan bagi warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih baik dan bermanfaat.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian dari Irjen HAM beserta rombongan.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memastikan setiap langkah kami sejalan dengan nilai-nilai HAM yang dijunjung tinggi oleh Kementerian,” ujarnya.

Secara terpisah, kegiatan penanaman nilai-nilai Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM (P5HAM) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Manokwari, yang diikuti oleh seluruh warga binaan.(jp/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta