Kab Manokwari

Gunung Meja Manokwari Menyimpan Potensi Wisata Alam, Sejarah, Dan Sumber Air Kota

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja yang berada di jantung Kota Manokwari terus berbenah guna memaksimalkan potensinya sebagai destinasi wisata alam sekaligus kawasan bernilai sejarah dan konservasi. Kawasan ini dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat, Wilayah II Manokwari.

Pengelola TWA Gunung Meja, Warto Sapan, mengatakan saat ini pihaknya masih memfokuskan perhatian pada pembenahan fasilitas serta sarana dan prasarana (sapras) pendukung sebelum melakukan promosi wisata secara masif.

“Walaupun sistem tiket masuk sudah disiapkan dan disosialisasikan sejak tahun 2024, kami belum mempromosikannya secara luas karena fasilitasnya masih terus kami benahi agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” ujar Warto.

Kaya Potensi Wisata Alam dan Sejarah

Gunung Meja memiliki beragam potensi wisata unggulan. Salah satunya adalah birdwatching atau pengamatan burung, dengan burung kakatua sebagai salah satu ikon satwa yang banyak diminati pengunjung.

Selain keanekaragaman hayati, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah dan geologi, seperti Tugu Jepang, peninggalan Perang Dunia II, serta gua-gua alam yang berada di dalam kawasan.

BBKSDA Papua Barat juga tengah mengembangkan potensi camping ground, meskipun hingga kini fasilitas pendukungnya masih dalam tahap persiapan. Tak hanya itu, TWA Gunung Meja kerap menjadi lokasi pelepasliaran satwa, khususnya burung hasil sitaan atau temuan, setelah melalui proses habituasi dan penilaian kesesuaian habitat.

Skema Tarif Masuk

Berdasarkan sistem ticketing yang telah disiapkan, tarif masuk TWA Gunung Meja dibedakan berdasarkan kategori pengunjung, yakni:

Wisatawan domestik hari kerja sebesar Rp10.000 ditambah Rp1.000 asuransi, total Rp11.000.

Wisatawan domestik hari libur atau akhir pekan mengalami kenaikan sekitar 25 persen, menjadi kurang lebih Rp15.000 ditambah asuransi.

Wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp100.000 pada hari kerja dan Rp150.000 pada hari libur.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

Untuk mendukung aksesibilitas kawasan, BBKSDA Papua Barat menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Saat ini, Pemda tengah melakukan pemasangan paving block pada akses jalan menuju kawasan TWA Gunung Meja. Proyek tersebut didanai oleh Pemda, sementara BBKSDA berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan ruang pengembangan demi kepentingan kawasan wisata.

Benteng Hidrologi Kota Manokwari

Lebih dari sekadar destinasi wisata, TWA Gunung Meja memiliki fungsi strategis sebagai benteng hidrologi Kota Manokwari. Kawasan hutan ini menjadi sumber cadangan air utama bagi masyarakat sekaligus habitat bagi berbagai satwa endemik Papua.

Warto Sapan mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk turut menjaga kelestarian kawasan tersebut.

“Kami mohon kepada masyarakat dan pengunjung agar bersama-sama menjaga hutan ini. Jangan membuang sampah sembarangan. Gunung Meja adalah benteng hidrologi, semua sumber air ada di situ, dan ini merupakan rumah bagi satwa endemik Papua,” tegasnya. (jp/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta