Ekonomi & BisnisKab FakfakKab KaimanaKab ManokwariKab Manokwari SelatanKab Pegunungan ArfakKab Teluk BintuniKab Teluk WondamaPemerintahanPemprov PB

Bertamu Mentan RI, Gubernur Paparkan Potensi Pertanian Papua Barat Termasuk Kakao Dan Pala

Papua Barat juga memiliki potensi besar komoditas pala, terutama di wilayah Fakfak dan Kaimana

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bertemu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Papua Barat.

Dan sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mempercepat pembangunan daerah melalui pengembangan sektor produktif, khususnya pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, Dominggus didampingi Sekretaris Daerah Papua Barat, Ali Baham Temongmere, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda, Charly D. Heatubun, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lodwik Anari, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Hendrikus Fatem, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lasarus Ullo, Kepala Biro Pemerintahan Samoel Aronggear, serta Kepala Badan Penghubung Erik Ayatanoi.

Gubernur Dominggus mengatakan, pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Papua Barat memiliki potensi sumber daya lahan yang besar untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, termasuk berbagai komoditas unggulan lokal.

Namun demikian, pembangunan sektor pertanian di Papua Barat masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya meningkatnya persaingan pemanfaatan lahan, kebutuhan pangan yang terus bertambah, masuknya produk pertanian dari luar daerah yang berpotensi membawa hama dan penyakit, serta tuntutan peningkatan produktivitas dan nilai tambah melalui inovasi dan hilirisasi.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi adalah kebutuhan peningkatan infrastruktur pertanian, pengelolaan sumber daya air, penguatan sistem perbenihan dan pembibitan, serta akses pembiayaan bagi petani skala kecil.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Dominggus juga memaparkan rencana pengembangan komoditas kakao di Papua Barat. Pemerintah Provinsi Papua Barat menargetkan perluasan pengembangan kakao hingga 68.734 hektare hingga tahun 2027.

Program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produksi kakao daerah, serta memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Selain kakao, Papua Barat juga memiliki potensi besar komoditas pala, terutama di wilayah Fakfak dan Kaimana. Luas perkebunan pala di dua daerah tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari 30.000 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga mengajukan dukungan kepada Kementerian Pertanian dalam bentuk kebijakan strategis, program prioritas, serta dukungan anggaran guna mempercepat pengembangan sektor pertanian di daerah.

Dukungan yang diharapkan antara lain pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, jaringan irigasi, dan sarana pascapanen, optimalisasi lahan pertanian melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta bantuan benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta pengembangan hilirisasi produk pertanian berbasis potensi lokal.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Papua Barat juga menyampaikan dukungan terhadap program hilirisasi ayam terintegrasi nasional yang dicanangkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis.

Sebagai bentuk komitmen daerah, saat ini Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tengah menyelesaikan pembangunan pabrik mini pakan ternak dengan kapasitas produksi sekitar 1.000 kilogram per jam yang akan dikelola oleh UPT Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak.

Melalui pertemuan ini diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Papua Barat optimistis dukungan kebijakan dan program dari Kementerian Pertanian akan mempercepat pengembangan sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani di Papua Barat.(jp/rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta