Yorrys Raweyai Soroti Peredaran Minol Ilegal Di Manokwari, Pengawasan Satgas Harus Dioptimalkan
MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Salah satu Tokoh Papua, Yorrys Raweyai menyoroti lemahnya Satuan Tugas (Satgas) dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap Minuman beralkohol (Minol) ilagal di Manokwari.
Hal ini diungkapkan Yorrys Raweyai menanggapi upaya pemda Manokwari dalam menertibkan peredaran Minol di wilayah Manokwari, sabtu (20/12/2025).
Menurut dia, hal ini telah berlangsung cukup lama bahkan sebelum Perda Peredaran Minol di sahkan oleh pemerintah dan DPRK Manokwari.
“Sudah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Peredaran minol ilegal bukan persoalan baru, bahkan telah terjadi lebih dari 10 tahun. Namun hingga kini, penanganannya dinilai belum maksimal,” kata Anggota DPD RI ini.
Berkaitan dengan hal tersebut, Pemda Manokwari kini mulai mengambil langkah tegas dengan menata regulasi peredaran minol. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengakomodir tiga pengusaha minol legal melalui penandatanganan pakta integritas, serta pembentukan satuan tugas (Satgas) pengawasan beberapa waktu lalu.
“Langkah bupati sudah tepat. Sudah dibuat pakta integritas dan Satgas. Tinggal bagaimana Satgas ini dioptimalkan agar peredaran minol ilegal benar-benar dihentikan,”tegasnya.
Ia menilai, peredaran minol ilegal sangat merugikan daerah karena tidak memberikan kontribusi pajak, namun terus beroperasi secara bebas.
Untuk itu, ia mengajak semua pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk tidak hanya memperdebatkan minol legal, tetapi juga fokus menyuarakan penertiban minol ilegal yang menjadi akar persoalan di lapangan.
“Jangan hanya bicara soal yang legal. Yang ilegal justru harus menjadi perhatian utama,”tandasnya.
Yorrys berharap penertiban peredaran minol ilegal dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dan mendorong percepatan pembangunan Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.
“Manokwari ini ibu kota provinsi, seharusnya berkembang lebih cepat. Infrastruktur dan investasi harus didorong. Semua pihak perlu punya visi yang sama untuk kemajuan daerah,”cetusnya.(jp/alb).










