Utamakan Sosialisasi, Polda Papua Barat Tekan Balap Liar Lewat Patroli Malam

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat terus mengintensifkan upaya pencegahan aksi balap liar dan kebut-kebutan yang kerap meresahkan masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengedepankan sosialisasi, edukasi, serta patroli rutin pada malam hingga dini hari.
Hal tersebut disampaikan Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Arief Bahtiar, saat diwawancarai di ruangan kerjanya, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi langkah utama dalam menekan pelanggaran lalu lintas, khususnya balap liar.
“Kami tetap selalu mengedepankan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, melalui media apa pun. Termasuk dengan sambang langsung ke tempat-tempat yang kerap dijadikan ajang balap liar atau kebut-kebutan,” ujar Kombes Pol. Arief Bahtiar.
Selain sosialisasi dan imbauan, Dirlantas Polda Papua Barat juga secara rutin melaksanakan Blue Light Patrol, yakni patroli malam hingga dini hari, bahkan sampai pagi hari. Patroli tersebut bertujuan untuk menutup ruang dan kesempatan bagi pihak-pihak yang berniat melakukan balap liar.
“Patroli malam sampai dini hari kita lakukan agar yang punya niat melakukan balap liar tidak memiliki kesempatan,” jelasnya.
Arief menambahkan, apabila dalam pelaksanaan patroli masih ditemukan aktivitas balap liar, pihaknya akan melakukan patroli hunting secara bergerak, disertai penertiban dan penegakan hukum.
“Kalau itu tetap terjadi, kita lakukan patroli hunting. Kita lakukan penegakan hukum,” tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penegakan hukum bukanlah langkah yang diutamakan, melainkan upaya terakhir apabila sosialisasi dan edukasi tidak diindahkan oleh masyarakat.
“Penegakan hukum ini adalah tindakan yang terpaksa kita lakukan. Bukan yang kita utamakan. Yang kita utamakan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.
Kombes Pol. Arief Bahtiar juga menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara berulang pada jam-jam tertentu yang dinilai rawan, terutama pada waktu-waktu sepi yang kerap dimanfaatkan pelaku balap liar.
“Biasanya mereka mencari waktu yang sepi. Waktu-waktu sepi itulah yang kita tentukan untuk melakukan Blue Light Patrol, sampai benar-benar tidak ada lagi aktivitas balap liar,” pungkasnya.(jp/jn).





