Papua BaratProvinsi Papua Barat

Penguatan Kapasitas HAM Digelar di SMA YPK Tabernakel Nabire, Tanamkan Kesadaran Hak Asasi Sejak Dini

NABIRE,JAGATPAPUA.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) melalui Kantor Wilayah Papua Barat melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Pelajar di SMA YPK Tabernakel Nabire, Papua Tengah, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pahami dan Hargai Hak Asasi Manusia” dan diikuti oleh siswa-siswi serta para tenaga pendidik.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIT dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.M. Dalam sambutannya, Dina Pidjer menekankan pentingnya pendidikan berbasis HAM untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi.

“Pendidikan berbasis Hak Asasi Manusia sangat penting untuk membangun lingkungan belajar yang menghargai perbedaan, memahami bahaya perundungan, serta menumbuhkan rasa saling menghormati antar sesama,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya peningkatan kualitas pendidikan, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar. Selain itu, Dina Pidjer mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi, melengkapi fasilitas pendidikan, dan memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Menurutnya, pendidikan merupakan bekal utama untuk menghadapi masa depan agar generasi muda menjadi insan yang berakhlak, berkarakter, dan mampu bersaing.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil KemenHAM Papua Barat Burhani Hadad, S.H., M.H. yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, Kepala Sekolah SMA YPK Tabernakel Nabire Drs. Suardiman Dayai, M.Pd, para guru, staf Bidang Instrumen dan Penguatan HAM (IDP HAM), serta seluruh siswa-siswi SMA YPK Tabernakel Nabire.

Sebagai narasumber utama, Sari Puspitawaty, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Hak Asasi Manusia, menyampaikan materi mengenai pemahaman dasar HAM dan implementasinya di lingkungan sekolah. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa HAM merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

“Hak Asasi Manusia wajib dihormati, dijaga, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, serta setiap individu guna menjamin harkat dan martabat manusia,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa setiap peserta didik memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan diskriminasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, penerapan nilai-nilai HAM di sekolah akan menciptakan suasana belajar yang aman, adil, dan nyaman bagi semua pihak.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa tanya jawab antara siswa dan narasumber. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar perlindungan hukum dan penerapan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kesadaran pelajar akan pentingnya menghargai Hak Asasi Manusia sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang beretika, berintegritas, dan bertanggung jawab.(jp/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta