Ekonomi & BisnisPapua Barat

APINDO PB Diharapkan Mampu Hadirkan Energi Baru Menjawab Tantangan Pembangunan

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa DPP APINDO Papua Barat harus mampu meneruskan semangat para pendahulu sekaligus menghadirkan energi baru dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam acara pelantikan DPP APINDO Papua Barat yang digelar di Mansinam Beach Hotel Manokwari, Jumat (12/12/2025).

Shinta menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita bisa berkumpul untuk melaksanakan salah satu tugas organisasi, yaitu pelantikan DPP APINDO Papua Barat. Selamat kepada Bapak Elisa Sroyer dan seluruh pengurus yang baru dilantik,” ucapnya.

etua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani,

Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, tetapi amanah besar bagi para pengurus baru.

“Pekerjaan justru dimulai setelah pelantikan. Semangat pada hari ini tidak boleh berhenti, tetapi harus terus menyala hingga semua program berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Papua Barat dan seluruh jajaran pemerintah daerah yang selama ini telah mendukung APINDO. Dukungan tersebut, menurutnya, sangat penting agar APINDO dapat terus berperan dalam pembangunan ekonomi daerah.

Ia menambahkan bahwa pada 2025, dinamika pertumbuhan ekonomi juga terus meningkat, bahkan sempat menyentuh angka 25,5% pada triwulan pertama.

Namun Shinta mengingatkan bahwa Papua Barat bukan hanya soal LNG dan tambang. Potensi besar lainnya juga terdapat pada sektor perikanan, rumput laut, pengolahan hasil kelautan, pariwisata bahari, dan pertanian yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Papua Barat.

Menurut Shinta, salah satu peran besar APINDO adalah mendorong masuknya investasi yang lebih besar, baik dari dalam maupun luar negeri.

“APINDO tidak hanya memperjuangkan kepentingan dunia usaha. Ketika usaha tidak berjalan sehat, pekerja pun tidak terlindungi, sehingga ekonomi daerah tidak bergerak. Ini ekosistem yang saling berkaitan,” tegasnya.

Shinta juga menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM. Dengan 15.000 anggota APINDO di seluruh Indonesia dan 60.000 UMKM dalam sistem organisasi, UMKM kini menjadi bagian vital dalam agenda besar APINDO.

Mengakhiri sambutannya, Shinta mengingatkan bahwa memimpin organisasi bukanlah hal mudah, terlebih di wilayah dengan tantangan geografis dan dinamika ekonomi seperti Papua Barat.

“Memimpin organisasi itu ibarat mengemudikan kapal di pesisir Papua Barat. Ada saatnya laut tenang, ada saatnya bergelombang. Namun seorang nahkoda tidak boleh berhenti membaca tanda alam dan menentukan arah yang tepat,” ujarnya.

Ia menantang Ketua DPP APINDO Papua Barat yang baru, Elisa Sroyer, untuk mengarungi perjalanan organisasi dengan kepemimpinan yang kuat dan visi yang jelas.

“Saya yakin Bapak Elisa dan seluruh jajaran pengurus memiliki kemampuan itu. Dari tingkat nasional, APINDO akan terus mendampingi dan mendukung penuh perjalanan APINDO Papua Barat ke depan,” tegas Shinta.(jp/alb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta