Kab ManokwariPemprov PBPendidikanPolitik

STIH Manokwari Wisudakan 224 Sarjana Hukum, Siap Bertransformasi Jadi Institut

Jika Tuhan berkenan, tahun depan kita akan wisuda dengan status baru sebagai institut.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari mewisudakan sebanyak 224 sarjana hukum dalam rapat senat terbuka yang digelar di Ballroom Aston Niu Manokwari, Jumat (27/3/2026).

Wisuda tersebut merupakan wisuda sarjana Program Studi Ilmu Hukum angkatan ke-41 tahun 2026.

Wisuda Ratusan Sarjana Hukum STIH Manokwari tahun 2026.

Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, menegaskan bahwa kehadiran STIH Manokwari tidak terlepas dari perjalanan panjang bangsa, khususnya di Tanah Papua. Sejak berdiri pada 1975, STIH Manokwari telah menjadi simbol kehadiran negara dalam bidang pendidikan hukum di Papua.

“Dari aspek politik, alumni STIH Manokwari telah berkontribusi besar, baik di eksekutif maupun legislatif. Banyak yang menjadi kepala daerah, anggota DPR di berbagai provinsi, hingga pejabat strategis lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kontribusi alumni dalam sektor pendidikan dan birokrasi pemerintahan. Menurutnya, hampir seluruh sektor, baik pemerintah maupun swasta di Papua Barat, diisi oleh alumni STIH Manokwari, mulai dari tenaga hukum, hakim, jaksa hingga pejabat struktural.

Momentum STIH Manokwari menggelar Rapat Senat Terbuka, wisuda 224 Sarjana Hukum.

Lebih lanjut, Filep menekankan pentingnya transformasi kampus dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif. STIH Manokwari, kata dia, terus berbenah dengan mengusung tiga pilar utama, yakni unggul, peduli, dan berkarakter.

“Kami melakukan penguatan kurikulum berbasis kebutuhan zaman, peningkatan kualitas SDM dosen, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa juga diarahkan untuk aktif dalam penelitian sebagai dasar menjadi sarjana hukum yang kompeten,” jelasnya.

Selain itu, STIH Manokwari juga mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga strategis seperti Kejaksaan, Pengadilan, Ombudsman, hingga institusi nasional lainnya.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, STIH Manokwari aktif memberikan bantuan hukum gratis melalui lembaga bantuan hukum yang dimiliki kampus, serta melakukan penyuluhan hukum di berbagai daerah.

Sejumlah Pejabat dari berbagai lembaga yang hadir dalam acara Wisuda STIH Manokwari.

Filep mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir jumlah mahasiswa STIH Manokwari mengalami peningkatan signifikan. Dari total 1.861 mahasiswa aktif, sebanyak 1.289 di antaranya merupakan penerima beasiswa.

“Dari 224 wisudawan hari ini, sebanyak 137 merupakan penerima beasiswa. Ini menunjukkan komitmen kami dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah melalui alokasi anggaran pendidikan sangat penting, mengingat sebagian besar mahasiswa berasal dari latar belakang keluarga petani dan nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, Filep juga menyampaikan bahwa wisuda tahun ini menjadi yang terakhir bagi STIH Manokwari dengan status sekolah tinggi. Ke depan, institusi ini akan bertransformasi menjadi Institut Hukum dan Pembangunan Papua.

“Jika Tuhan berkenan, tahun depan kita akan wisuda dengan status baru sebagai institut. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi Papua Barat dan Indonesia,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma, Ketua Yayasan STIH Manokwari Petrus Makbon, Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa STIH Manokwari Eduard Towansiba, unsur Forkopimda Papua Barat, serta para orang tua wisudawan.(jp/jn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta