Pemprov PB

Sekda ABT Minta Pimpinan OPD Tak Liburan Jauh, Ingat Tabggungjawab

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere mengingatkan para ASN, khususnya pejabat yang memiliki jabatan strategis seperti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar tidak merencanakan liburan terlalu lama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Sekda menegaskan bahwa pejabat di lingkungan pemerintah daerah harus tetap memperhatikan tanggung jawab tugasnya sehingga tidak sampai meninggalkan tempat tugas ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Jangan sampai ketika diperlukan tiba-tiba kepala dinas atau pimpinan OPD tidak ada di tempat karena sedang berada di luar daerah. Karena itu perlu melihat dan menyesuaikan waktu dengan baik,” ujar Sekda.

Ia juga menyinggung kondisi transportasi yang saat ini semakin terbatas serta harga tiket pesawat yang semakin mahal, sehingga para pegawai diminta bijak dalam merencanakan perjalanan selama masa libur.

“Hari ini penerbangan sudah semakin sulit dan harga tiket juga sudah mulai mahal. Jadi kalau mau libur, cari yang dekat-dekat saja supaya jangan terlalu jauh,” katanya.

Menurut Sekda, ASN yang ingin berlibur sebaiknya memilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat tugas, sehingga sewaktu-waktu masih dapat kembali dengan cepat apabila dibutuhkan.

“Kalau bisa yang dekat saja, jalan kaki atau naik perahu, supaya tidak terlalu jauh,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah puasa di Manokwari.

Ia menilai suasana yang aman selama Ramadan menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan penuh toleransi antarumat beragama.

“Kita bersyukur suasana di Manokwari tetap aman selama pelaksanaan ibadah puasa. Kita dukung Natal, kita juga dukung puasa dan Lebaran. Inilah pentingnya kita saling memahami dan menjaga toleransi sebagai saudara,” ujarnya.

Sekda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi di media sosial maupun tayangan televisi yang menampilkan konflik bernuansa SARA di daerah lain.

Menurutnya, kondisi di tempat lain tidak boleh mempengaruhi kehidupan masyarakat Papua Barat yang selama ini hidup dalam semangat persaudaraan dan kedamaian.

“Kita lihat saja apa yang terjadi di tempat lain, tetapi jangan sampai mempengaruhi kita di sini. Kita harus tetap menjaga perdamaian,” tegasnya.

Sekda menambahkan bahwa nilai kebersamaan di Papua Barat harus terus dijaga melalui semangat Satu Tungku Tiga Batu, yang mencerminkan persaudaraan dan kebersamaan masyarakat di Tanah Papua.

“Semangat satu tungku tiga batu, satu saudara satu hati di bawah naungan Rumah Kaki Seribu harus tetap kita jaga di Papua Barat, Tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (jp/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta