AdatHeadlineKab Pegunungan ArfakPemprov PBProvinsi Papua BaratSosial Budaya

Rumah Kaki Seribu Udohotma Jadi Pusat Transaksi Wisata Budaya 13 Turis Asal Polandia

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pegunungan Arfak atau yang sering dijuluki sebagai Negeri di Atas Awan kembali mencatat sejarah baru dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Tentu hal ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan Pemerintah setempat tetapi juga Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata.

Untuk pertama kalinya, masyarakat Kampung Udohotma, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat akan menerima kunjungan 13 wisatawan asal Polandia pada 22 dan 23 Januari 2026. Wisatawan ini akan membeli paket wisata Budaya di Kampung tersebut.

Tiga Belas Wisatawan asing tersebut dikabarkan tiba hari ini, Selasa (20/1/2026) pagi, di Bandara Udara Rendani Manokwari dan selanjutnya akan mengunjungi Kampung Kwau Distrik Mokwam Manokwari dan Pegunungan Arfak.

Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh masyarakat khususnya di Kampung Udohotma, bahkan mereka terlihat melakukan gladi resik untuk penjemputan 13 wisatawan.

Foto dan video persiapan yang diupload melalui sosial Media milik putra Asli Arfak, Barto Inden menunjukkan antusiasme serta keseriusan warga dalam menyambut tamu asing yang akan berkunjung ke kampung mereka.

Menariknya, masyarakat Udohotma belum pernah sebelumnya menerima wisatawan yang membeli paket wisata budaya.

Momentum ini menjadi yang pertama dan bersejarah, bukan hanya bagi Kampung Udohotma, tetapi juga bagi wilayah Pegunungan Arfak secara umum.

Tentu hal ini tidak mudah dilakukan, karena membutuhkan waktu dan kerja sama masyarakat.

Putra Asli Arfak, Barto Inden mengungkapkan proses pembangunan Rumah Kaki Seribu dilakukan selama kurang lebih tiga minggu. Rumah adat Suku Arfak tersebut akan difungsikan sebagai pusat transaksi wisata budaya.

Tak berhenti disitu, masyarakat juga mempersiapkan berbagai aksesoris tarian tradisional, menyiapkan 8 atraksi budaya yang melibatkan 52 masyarakat kampung, dan menyiapkan tempat tinggal serta konsumsi bagi wisatawan di Penginapan Kobrey.

Juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan paket wisata yang telah dibayar tunai oleh 13 wisatawan Polandia tersebut.

Capaian ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat Kampung Udohotma untuk berkembang dan maju, serta menjadikan pariwisata sebagai alternatif ekonomi baru bagi masyarakat kampung.

“Seluruh persiapan dilakukan dengan sungguh-sungguh karena momen ini tidak hanya bersejarah, tetapi juga menjadi pembuktian kesiapan masyarakat lokal dalam menerima wisatawan asing,”kata Barto Inden.

Dengan kesiapan tersebut, Kampung Kobrey–Udohotma, Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak menyatakan diri siap menerima kunjungan wisatawan asing lainnya untuk menyaksikan keunikan dan keragaman budaya Suku Sough–Arfak, yang hanya dapat ditemukan di sudut bumi yang indah, Pegunungan Arfak.(jp/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta