HeadlineKab ManokwariPapua BaratPemprov PBPolda Papua BaratPolresta ManokwariPolri

Rentetan Kasus Pembunuhan di Manokwari Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Bersama Aparat Keamanan Diharapkan Dapat Segera Merumuskan Strategi Yang Lebih Komprehensif Guna Menekan Angka Kriminalitas.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com — Rentetan kasus pembunuhan yang terjadi di Manokwari dalam beberapa bulan terakhir dinilai harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kasus terbaru yang menimpa Yan Imanuel Maga (20), pemuda asal Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, diharapkan menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa mendatang.

Mewakili Keluarga korban, J. Petrus Sakwa Torey, kepada wartawan, Rabu (1/4/2026), menyampaikan harapan agar para pemimpin daerah segera mengambil langkah konkret untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kasus pembunuhan yang belakangan semakin meresahkan masyarakat.

Ia menegaskan, perhatian serius diperlukan dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari, Hermus Indou, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya, termasuk Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari.

“Kasus yang menimpa keluarga kami ini diharapkan menjadi yang terakhir. Kami sangat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor pemicu meningkatnya kasus pembunuhan dalam beberapa waktu terakhir. Langkah preventif dan penanganan yang terukur dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, ia juga meminta Bupati Manokwari untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam memperketat pengawasan, khususnya pada malam hari. Pengawasan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pesta yang kerap berlangsung hingga larut malam, perlu ditingkatkan.

Ia menilai, dalam sejumlah kegiatan tersebut berpotensi terjadi peredaran minuman keras dan penyalahgunaan narkotika yang dapat memicu tindakan kriminal.

“Perlu ada langkah tegas, termasuk pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Jangan sampai hal-hal seperti ini terus menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan,” tegasnya.

Diketahui, sejak akhir tahun 2025 hingga awal 2026, sejumlah kasus pembunuhan terjadi secara beruntun di Manokwari. Kondisi ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Beberapa kasus yang menjadi sorotan antara lain kasus mutilasi pada 10 November 2025, pembunuhan terhadap seorang asisten rumah tangga di wilayah Wosi, pembunuhan pelajar di Kampung Dowansiba, hingga kasus pembunuhan seorang pelajar SMA di Pantai Petrus Kafiar, Amban, pada 4 Maret 2026.

Terbaru, kasus pembunuhan terhadap Yan Imanuel Maga pada Selasa 31/3/2026 kembali menambah daftar panjang tindak kekerasan di daerah yang dikenal sebagai “Kota Injil” tersebut.

Rentetan peristiwa ini kata dia, memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait kondisi keamanan di Manokwari serta efektivitas langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan selama ini.

“Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat segera merumuskan strategi yang lebih komprehensif guna menekan angka kriminalitas dan mengembalikan rasa aman bagi warga,” tutupnya.(jp/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta