Pemprov Papua Barat Pastikan Seleksi Beasiswa Tetap Dilakukan Transparan

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemprov Papua Barat melalui Dinas Pendidikan akan tetap transparan dalam proses seleksi program beasiswa. Tidak ada intervensi dari pihak manapun.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Dr. Barnabas Dowansiba pada Senin (13/4/2026), dalam merespon berbagai pertanyaan publik yang berkaitan dengan mekanisme seleksi dan pengelolaan program beasiswa di Papua Barat.
Menurutnya, proses penerimaan sepenuhnya dikembalikan kepada masing-masing kabupaten, sementara Dinas Pendidikan Provinsi hanya berperan dalam pendampingan.
“Ini bukan penerimaan oleh dinas, tetapi lebih kepada pendampingan. Siswa mendaftar sendiri melalui aplikasi, mengisi data, dan mengunggah dokumen secara mandiri. Kami tidak pernah mengintervensi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, dinas hanya melakukan pencatatan terhadap siswa yang telah mendaftar maupun yang belum, tanpa terlibat dalam proses seleksi teknis.
Selain itu, seluruh tahapan seleksi, termasuk pelaksanaan tes hingga penentuan kelulusan, dilakukan secara online dan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek.
“Tes dilakukan langsung oleh siswa secara online, bukan melalui dinas. Penentuan kelulusan juga dari pusat, bukan dari kami di daerah,” ujarnya.
Barnabas juga menekankan pentingnya kesadaran siswa dalam memilih jurusan sesuai dengan kemampuan akademik masing-masing, tanpa tekanan dari pihak luar, termasuk orang tua.
“Kami arahkan agar siswa memilih jurusan sesuai kemampuan. Jangan sampai keinginan orang tua berbeda dengan kemampuan anak, karena itu bisa berdampak pada hasil seleksi,” katanya.
Untuk tahun 2026, Papua Barat memperoleh kuota sekitar 700 penerima beasiswa yang akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.
Ia menyebutkan, tujuan studi penerima beasiswa tersebar di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan kebijakan bahwa peserta harus menempuh pendidikan di luar Papua.
Sementara itu, melalui program Papua Barat Cerdas, pemerintah provinsi tetap memberikan dukungan bagi mahasiswa, dengan penyesuaian standar akademik.
“Untuk program Papua Barat Cerdas, kami fokus pada mahasiswa berprestasi dengan IPK minimal 2,75,” jelasnya.(jp/jn).









