DPD RIHeadlineKab FakfakKab KaimanaKab ManokwariKab Manokwari SelatanKab Pegunungan ArfakKab Teluk BintuniKab Teluk WondamaPemprov PBPendidikan

Melelui Kemendikdasmen RI Filep Wamafma Akan Minta Kuota Khusus Rekrutmen Guru Untuk Papua Barat

WASIOR,JAGATPAPUA.com— Ketua Komite III DPD RI Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum akan mendorong rekrutmen Guru untuk wilayah Papua Barat. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab persoalan pendidikan khususnya kebutuhan Guru dan Operator Sekolah didaerah ini.

Usulan kuota khusus rekrutmen Guru ini akan disampaikan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) melalui Kementrian pendidikan Dasar dan menengah (Kemendikdasmen) RI.

“Bicara Guru berarti ada dibawah Kemendikdasmen tapi rekrutmen kepegawaian itu kewenangannya ada pada Menpan-RB. Jadi saya akan usulkan melalui Kemendasmen RI,” sebut Filep Wamafma.

Menurut Pace Jas Merah, sebelum itu terkait rekrutmen relawan pendidikan untuk Papua juga telah dibahas bersama Mendikdasmen dimana rekrutmen relawan tersebut menyasar kepada sarjana-sarjana yang nganggur di Papua.

Namun ia akan coba mengusulkan agar lebih tepatnya para tenaga honorer saja yang diangkat menjadi Guru sehingga mereka mempunyai jaminan yang jelas untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru.

“Pada masa sidang berikut kita panggil Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah dan meminta agar kuota yang diusulkan oleh kementrian kepada Menpan-RB khusus penerimaan kuota Guru di Wilayah – wilayah yang ada di Papua, ” ujarnya.

Ia mendorong validasi data mengingat sekarang kewenangannya ada pada tingkat Kabupaten kota tetapi Pemprov sebagai Fasilitator berkewajiban meyakinkan tentang sistem Pendidikan di daerah dapat berjalan dengan baik.

“Saya juga akan berkomunikasi dengan bapak Gubernur untuk mendorong semua operator-operator pangkalan data agar harus diperhatikan, apakah masih kurang atau sudah cukup, ” tuturnya

“Karena kita punya operator ini terbatas sementara kebutuhannya besar. Satu operator bisa tangani empat sampai lima Sekolah. Ini juga jadi problem makanya tidak punya kemampuan untuk mengupload semua. Tinggal dilihat lagi jika kurang maka akan diusulkan juga untuk merekrut operator Sekolah, “sambungnya.

Operator Sekolah juga tentu sangat penting, kemudian data siswa harus valid karena akan ada tambahan kuota beasiswa ke Papua Barat yang lebih besar lagi.

“Untuk itu ia mengingat kepada pemerintah daerah di Papua Barat untuk memperhatikan dan membenahi data Dapodiknya,” cetusnya.(jp/ask).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta