MANOKWARI,JAGATPAPUA.com–Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., Kamis (26/2/2026).
Barnabas menegaskan bahwa program MBG tidak serta-merta dihentikan selama bulan puasa. Menurutnya, kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat Papua Barat yang majemuk, dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam.
āProgram Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di bulan Ramadan. Kita melihat bahwa masyarakat di Papua Barat ini majemuk, sehingga tidak bisa dihentikan secara umum,ā ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme teknis pelaksanaan di lapangan diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan bersama pengelola program MBG, dengan tetap memperhatikan jumlah siswa, komposisi agama, serta kesiapan sarana pendukung di sekolah.
Penyesuaian internal dinilai penting agar pelaksanaan program tetap efektif, adaptif, dan menjunjung prinsip keadilan bagi seluruh peserta didik.
Menurut Barnabas, prinsip utama yang dijaga adalah pemerataan hak dan pemenuhan gizi siswa tanpa diskriminasi. Bagi siswa non-muslim, layanan MBG tetap diberikan seperti biasa di sekolah.
Sementara bagi siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa, sekolah dapat menyiapkan alternatif, seperti mengizinkan makanan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.
āKita tetap menghargai siswa muslim yang berpuasa, misalnya dengan memberikan pilihan membawa pulang makanan untuk berbuka. Sementara siswa non-muslim tetap menerima layanan MBG sebagaimana mestinya,ā jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa strategi teknis di lapangan bersifat fleksibel dan berbasis kesepakatan sekolah, sembari menunggu petunjuk teknis (juknis) pengelolaan resmi dari pemerintah pusat.
Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat juga terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan MBG selama Ramadan berjalan tertib dan tidak mengurangi tujuan utama program, yakni peningkatan asupan gizi serta mendukung konsentrasi dan prestasi belajar siswa.
Dengan pendekatan adaptif tersebut, pemerintah daerah berharap program MBG tetap menjadi instrumen strategis dalam mendukung kualitas sumber daya manusia di Papua Barat, tanpa mengabaikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat.(jp/jn).










