AdatDPR PBHeadlineHukum & KriminalKab Teluk BintuniPendidikanPolda Papua BaratPolitikPolriProvinsi Papua Barat

Masyarakat Butuh Kehadiran Negara Hentikan Konflik Di Moskona-Teluk Bintuni

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Konflik antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat TNI–Polri di Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, hingga kini masih terus berlangsung. Situasi tersebut berdampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat.

Akibat konflik berkepanjangan, akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi di wilayah Moskona menjadi sangat terbatas. Rasa takut masih menyelimuti warga, sehingga sebagian besar masyarakat terpaksa mengungsi ke ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPR Papua Barat, Fraksi Otonomi Khusus (Otsus), Agustinus Orocomna, meminta pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memberikan perhatian serius terhadap upaya penyelesaian konflik.

“Pemerintah daerah Provinsi Papua Barat dan juga Teluk Bintuni harus melihat persoalan ini secara menyeluruh, bukan hanya sebatas pemberian bantuan, tetapi bagaimana konflik yang masih terjadi sampai sekarang ini bisa diselesaikan,” ujar Orocomna.

Ia menegaskan, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran negara agar konflik dapat diakhiri dan warga bisa kembali ke kampung halaman untuk menjalankan aktivitas seperti sediakala.

“Masyarakat butuh kehadiran pemerintah, kehadiran negara. Selama ini konflik masih terus terjadi, masyarakat merasa tidak ada perhatian, bahkan merasa bukan bagian dari negara ini,” katanya.

Menurut Agustinus, salah satu indikator utama terciptanya kedamaian adalah pemerataan pembangunan. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan sosial di wilayah Moskona, khususnya di Moskona Barat yang hingga kini minim pembangunan, serta Moskona Utara yang infrastruktur jembatannya tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

“Kondisi ini membuat masyarakat merasa terabaikan. Ketika pendidikan tidak berjalan, pelayanan kesehatan tidak ada, kegiatan keagamaan tidak berjalan, maka masyarakat mudah terpengaruh oleh provokasi dari pihak luar,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan komprehensif agar konflik di Moskona dapat diselesaikan secara berkelanjutan demi terciptanya rasa aman dan keadilan bagi masyarakat setempat.(jp/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta