Layanan Cuci Darah Di RSU Provinsi Resmi Dibuka, 21 Pasien Masuk Daftar Antre

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Para Pasien Gagal Ginjal di Papua Barat kini tidak lagi harus melakukan cuci darah (Hemodialisis) ke luar Daerah. Karena layanan Cuci Darah tersebut telah dibuka di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat.
Layanan Cuci Darah itu resmi dilaunching Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M. Si pada Kamis (28/8/2025), di RSUP Papua Barat, Di Reremi Manokwari.
Gubernur Dominggus menyambut baik dibukanya layanan cuci darah tersebut. Ia mengatakan sejumlah fasilitas yang masih kurang tentu menjadi skala prioritas untuk dilengkapi.
“Kita semua tahu kita ada pergeseran anggaran tahun ini. Tapi puji Tuhan kita bisa siapkan sejumlah dana selain dari program Papua Barat Sehat, Papua Barat Cerdas dan Papua Barat produktif,”kata Gubernur
Untuk Papua Barat sehat, pihaknya akan bertemu dengan BPJS Kesehatan untuk kolaborasi program sehingga ketika ada komponen-komponen pembiayaan yang tidak dicover oleh BPJS Kesehatan, maka itu menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Papua Barat termasuk biaya Cuci Darah.
“Misalnya untuk cuci Darah, sekali cuci darah itu biayanya bisa mencapai 800 ribu hingga 1 juta. Satu minggu pasien itu harus dua kali cuci darah sehingga jika dikalkulasikan per bulannya itu cukup besar. Ini yang kita coba untuk sisihkan dana untuk membantu biaya cuci Darah pasien,”sebut Gubernur
Ia berharap secara teknis pihak Rumah sakit melakukan pendataan pasien-pasien yang memiliki riwayat gagal ginjal di Papua Barat termasuk yang saat ini masih melakukan cuci darah di luar daerah sehingga dapat memprediksi besaran biayanya.
Mengingat layanan Cuci darah telah dibuka dan pasien sudah mulai melakukan cuci darah sehingga secara teknis berbagai hal yang disebutkan diatas agar dipercepat.
Ia pun berkomitmen, pemenuhan fasilitas pelayanan Hemodialisis menjadi skala prioritas.

“Artinya dihitung kebutuhan biaya untuk tambahan fasilitas cuci darah. Dari 10 unit yang dibutuhkan saat ini baru tersedia 4 unit. Supaya dianggarkan dan pengadaan, kemudian tenaga medis yang masih kurang di tambah, dan segi biaya kita estimasi sehingga dana itu selalu siap ketika dibutuhkan oleh pasien yang melakukan cuci darah,”jelas Gubernur.
Direktur RSU Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap dalam laporannya mengatakan, persiapan layanan Hemodialisis tersebut memakan waktu cukup lama sejak pertengahan tahun 2023 hingga Agustus 2025 baru dilaunching.
“Dan baru dibuka pada hari ini, karena ada banyak perizinan yang harus diselesaikan,”kata dr Arnold.
Ia menyebut total pasien yang telah mendaftar sebanyak 21 pasien, lima pasien diantaranya masuk daftar tunggu.
“Pasien-pasien ini umumnya berasal dari Papua Barat yang selama ini melakukan cuci darah di luar daerah, dengan dibukanya layanan cuci darah di Rumah Sakit ini maka mereka kembali untuk cuci darah di Manokwari,”ujarnya.
Untuk biaya, kata dr Arnold Rp800 ribu sekali melakukan cuci darah, bahkan ada juga yang Rp1 juta sekali Cuci Darah.
“Dalam satu minggu itu dua kali cuci darah yang biayanya 800 ribu jadi 1.600.000,- (untuk dia kali cuci darah) Sedangkan yang 1 juta jadi 2 juta. Kalau sebulan biayanya cukup besar. Ini pasti akan memberatkan masyarakat. Sehingga kami berharap melalui program Papua Barat sehat pembiayaan ini bisa diakomodir atau ditanggung pemerintah Daerah,”bebernya.
Usai meresmikan layanan Hemodialisis, Gubernur didampingi Direktur RSU PB dan Kepala Dinas Kesehatan, para dokter serta perangkat daerah lainnya meninjau langsung pelayanan Hemodialisis.(jp/ctr)