Pemprov PB

Gubernur Dan Sekda Papua Barat Hadiri Kunker Spesifik Komisi II DPR RI di IPDN

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere menghadiri kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memaparkan arah pengembangan IPDN ke depan, termasuk peran strategis para alumni dalam mendukung tata kelola pemerintahan.

Bima menjelaskan, IPDN merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada bidang pemerintahan. Karena itu, menurutnya, tantangan ke depan adalah membangun kultur akademik yang seimbang antara teori, karakter kepemimpinan, dan praktik pemerintahan.

Ia juga mengapresiasi Rektor IPDN yang dinilai berhasil mendorong berbagai kegiatan akademik bertaraf internasional di lingkungan kampus tersebut.

Selain itu, Bima menekankan pentingnya mengaktifkan kembali jaringan alumni IPDN agar semangat pengabdian yang dibentuk selama masa pendidikan tetap terjaga saat para lulusan bertugas di daerah.

“Jangan sampai ketika di sini bagus, lulusnya bagus, tetapi begitu mengabdi semangatnya justru luntur,” ujar Bima.

Ia menambahkan, IPDN yang kini telah berusia 70 tahun telah melahirkan lebih dari 30 ribu alumni yang tersebar di berbagai posisi strategis di pemerintahan.

“Alumni IPDN saat ini menduduki berbagai jabatan penting, di antaranya dua orang gubernur, 19 bupati, 12 wakil bupati, empat wali kota, satu wakil wali kota, 24 pejabat eselon I di kementerian dan lembaga, serta 15 sekretaris daerah provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI, Dr. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan bahwa sekitar enam bulan lalu Komisi II DPR RI telah mengunjungi kampus IPDN dan melihat langsung kondisi infrastruktur di lingkungan kampus.

Menurutnya, kondisi sejumlah fasilitas, khususnya di mess tempat tinggal praja, masih memprihatinkan karena sebagian besar belum mengalami pembaruan sejak tahun 1989.

“Kami menemukan fakta bahwa para praja tidak bisa tidur dengan nyaman di atas tempat tidur yang tersedia. Mereka justru lebih nyaman tidur di atas lantai menggunakan porselen yang juga belum pernah diganti,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian serius. Karena itu, Karsayuda mengajak seluruh alumni IPDN untuk bersama-sama mencari solusi guna memperbaiki infrastruktur kampus demi menunjang kenyamanan dan kualitas pendidikan para praja.

“Kondisi ini menyedihkan sekaligus menjadi pukulan bagi kita semua. Karena itu, kami mengajak seluruh alumni untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan infrastruktur di kampus ini,” katanya.(jp/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta