Masyarakat Papua Barat Diimbau Hentikan Penebangan Hutan Dan Aktivitas Tambang Emas Ditengah Cuaca Ekstrim
Antisipasi Banjir Dan Tanah Longsor
MANOKWARI,JAGATPAPUA.com—Pemprov Papua Barat melalui Dinas Kehutanan mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua Barat, untuk menghentikan sementara aktivitas penebangan hutan dan Tambang emas terutama pembukaan lahan baru.
Hal tersebut perlu dipahami secara baik dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Papua Barat mengingat kondisi cuaca yang ekstrim saat ini melanda di seluruh Tanah Air termasuk di wilayah Provinsi Papua Barat.
“Kami sudah menyurati semua Pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Papua barat termasuk yang berada di wilayah dataran Warmare, Prafi, Masni dan sidey (Warmpramasi) yang sering melakukan aktivitas penebangan Hutan juga tambang emas agar sementara dihentikan dulu, karena cuaca yang ekstrim saat ini,”kata Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Jimmy W Susanto, S.Hut.,MP.
Tanah longsor dan Banjir Bandang yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) harus menjadi contoh bagi pemerintah dan masyarakat di Papua Barat.
”Untuk itu sekali lagi saya mengimbau kepada semua Ormas agar sementara ini jangan melakukan kegiatan-kegiatan pemungutan hasil hutan karena berkaca dari peristiwa Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, maka kita perlu mengambil langkah untuk mencegah hal yang serupa tidak terjadi di Papua Barat”tandasnya.
Apalagi pemungutan hasil hutan dilakukan dalam kondisi cuaca yang ekstrim saat ini, sangat berbahaya dampaknya sehingga masyarakat harus bijak dalam menyikapi kondisi alam.
Hal ini juga merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden RI melalui Mendagri supaya dilaksanakan oleh setiap daerah di Indonesia.
“Sistem informasi penatausahaan hasil hutan untuk masyarakat sementara sudah ditutup ya,”ujarnya
Jimmy juga menyentil kegiatan pertambangan emas di sejumlah lokasi di Papua Barat. Ia menegaskan agar dihentikan sementara, terutama untuk pembukaan lahan baru.
“Aktivitas tambang diarahkan untuk tidak lagi melakukan pembukaan lahan baru tapi menunggu pengurusan izin untuk perubahan status fungsi kawasan Hutan, yang sementara berproses di Kementerian LHK RI juga ESDM,”ujarnya
Bersama Gubernur Papua Barat, tambah Jimmy terus gencar meminta waktu Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia untuk bertemu.
“Tapi sekarang ini bertepatan dengan penanganan masyarakat terdampak Bencana Alam di Aceh, Sumbar dan Sumut sehingga beliau sibuk. Sementara kita standby menunggu, menyesuaikan waktu Bapak Menteri,”tutupnya.(jp/ask)





