Budaya Suku Arfak Dilirik Dunia, 14 Turis Polandia Kunjungi Udohotma-Pegaf
MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Sebanyak 14 (empat belas) wisatawan mancanegara asal Polandia tiba di Bandara Udara Rendani, Manokwari, Selasa (20/1/2026) pagi. Kedatangan mereka untuk mengunjungi Kampung Wisata Kwau dan Kampung Udohotma di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.
Ketertarikan terhadap keindahan alam serta kekayaan budaya Suku Arfak menjadi alasan utama rombongan wisatawan tersebut memilih Papua Barat sebagai destinasi wisata.
Setibanya di Bandara Rendani, para turis disambut dan dijemput langsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rozene Sanchia H. Patay, bersama jajaran, serta pemandu wisata (tour guide) Hans Mandacan.
Tour guide Hans Mandacan menjelaskan, ke-14 wisatawan asal Polandia tersebut telah membeli secara tunai paket wisata birdwatching di Kampung Wisata Kwau, Distrik Mokwam, serta paket wisata budaya Suku Arfak di Kampung Udohotma, Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Rombongan ini akan mengikuti sejumlah agenda wisata, antara lain birdwatching selama dua hari bersama pemandu lokal, prosesi adat pernikahan tradisional Suku Arfak, teknik membuat api secara tradisional, sistem berkebun tradisional, proses pembuatan noken, pertunjukan tarian adat, kunjungan ke rumah kaki seribu, serta bonus wisata alam ke Puncak Kobrey,” ujar Hans Mandacan.
Menurutnya, kunjungan perdana ini memiliki potensi besar bagi pengembangan pariwisata Pegunungan Arfak ke depan.
“Apabila kunjungan perdana ini berjalan sukses dan atraksi budaya yang ditampilkan menarik, mereka berencana membawa rombongan yang lebih besar, bahkan hingga empat atau lima kali lipat, pada kunjungan berikutnya,” kata Hans.
Ia berharap sektor pariwisata dan budaya dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat, sekaligus mendorong pelestarian budaya asli Pegunungan Arfak sebagai daya tarik utama wisatawan mancanegara.
“Hal ini berbeda dengan kunjungan kapal pesiar sebelumnya yang umumnya hanya bersifat one day tour. Kunjungan kali ini menjadi rombongan besar pertama yang menginap dan berinteraksi lebih lama dengan masyarakat lokal,” tambahnya.
Usai penyambutan di bandara, rombongan wisatawan asing tersebut melanjutkan perjalanan menuju Kampung Wisata Kwau dan Kampung Udohotma Pegaf menggunakan transportasi darat jenis mobil Hilux.(jp/ask).





