BKAG Mansel Gelar Parade Jalan Salib, Perkuat Iman dan Persatuan Jelang Paskah 2026

RANSIKI,JAGATPAPUA.com— Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Manokwari Selatan menggelar parade Jalan Salib dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah 2026, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan seluruh denominasi gereja di wilayah tersebut sebagai wujud kebersamaan umat Kristiani.
Prosesi Jalan Salib dimulai dari Pantai Snerut dan berakhir di Kantor Bupati Lama, Ranisiki. Sepanjang rute, peserta menampilkan drama pengorbanan Yesus Kristus yang diperankan oleh jemaat dari berbagai denominasi, menciptakan suasana khidmat sekaligus menyentuh bagi masyarakat yang menyaksikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Manokwari Selatan, Bernard Mandacan, Anggota DPRK Mansel Jhoni Saiba, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Bupati Bernard Mandacan dalam sambutannya menegaskan bahwa Jalan Salib bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi iman bagi umat Kristiani untuk memahami makna pengorbanan Yesus Kristus.

“Jalan Salib ini sangat penting, bukan hanya dilaksanakan, tetapi harus dimaknai. Setiap proses pengorbanan Yesus Kristus mengandung pesan kasih yang mendalam bagi kehidupan kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta, khususnya generasi muda dan anak-anak sekolah minggu yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
“Saya bangga melihat keterlibatan pemuda, pemudi, bahkan anak-anak sekolah minggu. Ini menunjukkan kepedulian dan kecintaan kita terhadap pengorbanan Yesus Kristus yang telah rela mati untuk menebus dosa umat manusia,” kata Bernard.
Selain itu, Bupati turut memberikan penghargaan kepada BKAG Manokwari Selatan selaku panitia penyelenggara yang dinilai sukses mempersiapkan kegiatan secara baik dan tertib.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi wujud penghayatan iman, tetapi juga berperan penting dalam mempererat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Manokwari Selatan.
“Momentum ini harus kita jaga bersama sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan kerukunan di daerah yang kita cintai ini,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perayaan Paskah sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak kita semua untuk merenungkan kembali pengorbanan Yesus Kristus. Drama yang ditampilkan sangat luar biasa dan sarat makna, sehingga patut kita ambil hikmahnya,” tutupnya.(jp/fir).













