Amaliah Ramadan Perdana, PW BKMT Papua Barat Gelar Buka Puasa dan Khataman Al-Qur’an

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Papua Barat menggelar buka puasa bersama dan khataman Al-Qur’an dalam rangka Amaliah Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Swiss-Belhotel Manokwari, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua PW BKMT Provinsi Papua Barat, Ketua BKMT Kabupaten Manokwari, Ketua Dewan Pakar BKTM Abdullah Manaray, serta para pengurus dan anggota.
Ketua PW BKMT Provinsi Papua Barat, Novia Utami Manaray, mengatakan bahwa buka puasa bersama tersebut merupakan Amaliah Ramadan pertama yang diselenggarakan oleh pengurus wilayah yang baru saja dilantik.
“Untuk saat ini, buka puasa ini merupakan Amaliah Ramadan pertama yang kami selenggarakan sebagai pengurus wilayah yang baru dilantik. Jadi ini sekaligus menjadi pembukaan kegiatan Ramadan,” ujar Novia.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pada 1 Ramadan dirangkaikan dengan khatamul Qur’an. Menurutnya, pengurus telah dua kali menyelesaikan khatam Al-Qur’an secara bersama-sama.

“Kami sudah dua kali khatam Al-Qur’an. Insyaallah pada penutupannya kami berkumpul bersama untuk berdoa. Ini menjadi momentum kebersamaan dan penguatan spiritual bagi seluruh pengurus,” jelasnya.
Selain itu, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk berkoordinasi terkait agenda sosial yang akan dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret mendatang, yakni berbagi kebahagiaan kepada kaum duafa.
Novia mengungkapkan, PW BKMT Papua Barat akan berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam menyalurkan bantuan paket sembako.
“Insyaallah kami akan berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menebar kebahagiaan melalui pembagian paket sembako kepada kaum duafa. Alhamdulillah, saat ini sudah terkumpul 100 paket sembako yang siap disalurkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rangkaian Amaliah Ramadan PW BKMT Papua Barat tahun ini difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni khataman Al-Qur’an yang dilakukan secara bergiliran satu orang satu juz di antara pengurus, buka puasa bersama, serta santunan.
“Untuk Ramadan ini kami tidak terlalu banyak aktivitas, karena para pengurus juga ingin berkumpul bersama keluarga. Selain itu, sebagian besar juga tergabung dalam organisasi lain, sehingga kami mengatur kegiatan agar tidak saling berbenturan,” tutup Novia. (jp/jn)










