Abdullah Manaray: BKMT Harus Jadi Pilar Pembinaan Keumatan di Papua Barat

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Ketua Dewan Pakar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Papua Barat, Abdullah Manaray, S.T., menegaskan bahwa BKMT harus menjadi organisasi yang mampu merangkul, membina, dan mengkoordinir seluruh majelis taklim di wilayah Papua Barat.
Menurutnya, BKMT memiliki posisi strategis karena struktur organisasinya menyentuh langsung hingga tingkat paling bawah di tengah masyarakat. Dengan cakupan tersebut, BKMT dinilai berperan penting dalam pembinaan keumatan di daerah.
“BKMT harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah maupun seluruh organisasi kemasyarakatan dalam rangka memperkuat pembinaan keumatan. Organisasi ini memiliki potensi besar karena merangkul umat dari berbagai latar belakang suku, profesi, dan usia,” ujar Abdullah.
Ia menjelaskan, keberagaman yang ada di dalam BKMT menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun silaturahmi dan memperkuat persatuan umat, khususnya di Papua Barat. Karena itu, organisasi ini diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam menjaga harmonisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Sebagai Dewan Pakar, Abdullah menekankan pentingnya kepengurusan BKMT untuk fokus pada program kerja yang telah dirumuskan dalam rapat kerja. Ia menyebut, rapat kerja tersebut merupakan hasil perampungan aspirasi dari berbagai kabupaten dan majelis taklim yang ada di Papua Barat.
“Program-program prioritas yang telah disepakati dalam rapat kerja harus menjadi fokus utama untuk dilaksanakan. Itu merupakan representasi kebutuhan dan aspirasi dari seluruh majelis taklim,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program secara konsisten akan memperkuat koordinasi internal organisasi, menjaga silaturahmi antaranggota, serta menghadirkan program-program strategis yang terarah dalam pembinaan keumatan.
Dengan komitmen tersebut, Abdullah berharap BKMT Provinsi Papua Barat mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai wadah pembinaan umat yang inklusif, terkoordinasi, dan berkelanjutan. (jp/jn)






