Ketua Umum PWKI Buka Musda II Papua Barat, Tekankan Sinergi dengan Pemerintah

MANOKWARI, JAGATPAPUA.COM – Ketua Umum Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Pdt. Deety B.T. Liow Mamho, S.Th, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) II PWKI Provinsi Papua Barat yang digelar di Manokwari.
Dalam sambutannya, Deety mengawali dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menaikkan ucapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan kehidupan dan pelayanan organisasi. Ia menegaskan bahwa PWKI terus berdiri dan berkembang karena kasih dan penyertaan Tuhan yang tidak pernah berhenti.

“Kasih Tuhan itu nyata, kita merasakan bagaimana hati kita disentuh untuk selalu bersyukur atas penyertaan-Nya dalam hidup dan pelayanan kita,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan PWKI Papua Barat selama satu periode terakhir yang dinilai mampu menjadi inspirasi serta memberi kekuatan bagi seluruh jajaran organisasi untuk berkarya dengan hati, melayani dengan hati, dan menyentuh masyarakat dengan hati.
Menurutnya, PWKI sejak awal berdiri, enam bulan setelah kemerdekaan Indonesia, telah menunjukkan keberanian perempuan untuk bangkit di tengah situasi sulit. Semangat itu, kata dia, harus terus dijaga dan diwariskan dalam setiap program organisasi.
Lebih lanjut, Deety menegaskan komitmen PWKI untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan anak.
“PWKI hadir sebagai jembatan yang menghubungkan program pemerintah dengan ibu-ibu di gereja dan masyarakat. Kami siap mendukung, menguatkan, dan mendoakan pemerintah dalam menjalankan program-programnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sinergi tersebut telah terbangun mulai dari tingkat pusat hingga daerah, di mana PWKI bekerja sama dengan kementerian, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota dan distrik.
Dalam konteks nasional, PWKI juga mendukung program prioritas pemerintah, termasuk agenda pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat. Dukungan itu tidak hanya dalam bentuk spiritual, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam berbagai program sosial.
Deety juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang saat ini menjadi perhatian serius, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, hingga persoalan pekerja migran. Ia menilai, masalah tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk dapat diselesaikan.
“Persoalan perempuan dan anak saat ini sudah sangat memprihatinkan. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara organisasi perempuan, pemerintah, dan lembaga lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, PWKI juga terlibat dalam penanganan bencana, yang menurutnya tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga sosial bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan Musda II PWKI Papua Barat ini, ia berharap dapat memperkuat kolaborasi antara PWKI dengan pemerintah daerah serta berbagai organisasi lintas agama dan lembaga lainnya.
“Kita harus bergandengan tangan membangun bangsa ini dengan hati. Membangun Papua Barat dengan hati demi kemuliaan Tuhan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Deety secara resmi membuka Musyawarah Daerah II PWKI Provinsi Papua Barat, seraya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan integritas.(jp/alb)













