60 Titik Koperasi Merah Putih Dibangun di Manokwari, Dorong Pemerataan Ekonomi Hingga Kampung

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto, mulai menunjukkan progres signifikan di Kabupaten Manokwari. Hingga saat ini, sebanyak 60 titik koperasi tengah dikerjakan secara bertahap dari total sekitar 173 desa yang telah memiliki kepengurusan koperasi.
Komandan Kodim Manokwari, Letkol David Sutrisno Sirait, S.E, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional agar tidak lagi terpusat di wilayah tertentu, melainkan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa.
-
Polda Papua Barat Gelar Rapat Pimpinan Tahun 202624 Februari 2026

“Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya agar pembangunan tidak lagi tersentralistik, tetapi merata sampai ke kampung-kampung,” ujar Letkol David di markas kodim 1801 Manokwari pada Selasa(24/2/26).
Ia menjelaskan, pada prinsipnya setiap desa direncanakan memiliki satu unit Koperasi Merah Putih. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan, akses lokasi, serta distribusi material bangunan.
Setiap unit koperasi dibangun dengan ukuran standar sekitar 30 x 20 meter. Dengan luas tersebut, koperasi dirancang sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat desa.
Bangunan itu nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat penjualan kebutuhan pokok (sembako), tetapi juga menjadi penyalur pupuk, material bangunan, obat-obatan, hingga dilengkapi ruang klinik untuk pelayanan dasar masyarakat.
“Dengan ukuran tersebut, koperasi ini benar-benar disiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan di desa,” jelasnya.
Menurutnya, membangun bangunan dengan spesifikasi tersebut di Papua bukan perkara mudah. Sebagian besar material harus didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Surabaya. Selain itu, keterbatasan tenaga tukang dengan keahlian khusus juga menjadi tantangan tersendiri.
Meski demikian, progres pembangunan terus berjalan. Saat ini, dua titik koperasi telah rampung 100 persen, sementara beberapa titik lainnya telah mencapai sekitar 80 persen.
Untuk pembangunan fisik, setiap unit koperasi dialokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Anggaran tersebut khusus untuk konstruksi bangunan.
Setelah bangunan selesai, koperasi akan diserahkan kepada masyarakat desa dan pengurus yang telah dibentuk sebelumnya. Selanjutnya, operasional dan pengembangan koperasi akan didampingi oleh Kementerian Koperasi bersama PT Agrinas.
Selain bangunan utama, koperasi juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti rak, meja kasir, pendingin ruangan (AC), kendaraan operasional berupa truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga.
Letkol David menegaskan, TNI dalam hal ini hanya membantu percepatan pembangunan fisik sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.
“Kami tidak bekerja sendiri. Semua tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepala distrik, dan kepala desa. Lahan yang digunakan pun harus memiliki surat penyerahan resmi,” tegasnya.
Apabila terdapat persoalan lahan atau tuntutan ganti rugi, maka pembangunan di lokasi tersebut akan ditunda sementara hingga ada kesepakatan.
Secara nasional, program Koperasi Merah Putih ditargetkan dapat dilaporkan progresnya pada 17 Agustus mendatang. Diharapkan pada momen tersebut, ribuan koperasi di seluruh Indonesia telah berdiri sebagai simbol pemerataan pembangunan ekonomi.
“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan ini semaksimal mungkin sesuai sumber daya dan kemampuan yang ada di Manokwari,” pungkasnya.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat di Papua Barat.(jp/alb)










